BUDIDAYA ANTHURIUM
Di
alam anthurium mudah tumbuh pada media batang pepohonan yang telah membusuk
atau tumbuh di pepohonan dan bersifat epifit. Oleh karenanya pembudidayaan tanaman
ini tidaklah sulit.
Meskipun pembudidayaan tanaman relatif mudah namun cara pembudidayaan yang
baik perlu dikuasai agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh baik sehingga
mampu menampilkan keindahan yang prima. Untuk hal itu maka perlu pemahaman
tentang morfologi tanaman, syarat tumbuh, media tanaman, penanaman, cara perawatan
dan pengendalian hama penyakit.
SYARAT TUMBUH
Kebutuhan Cahaya
Untuk mendapatkan cahaya yang sesuai, pembudidayaan yang dilakukan pada daerah
dataran rendah membutuhkan bangunan dengan atap naungan paranet 60-70%. Untuk
dataran sedang menggunakan naungan paranet 50%. Sedang untuk dataran tinggi
cukup digunakan atap paranet 25%.
Jika cahaya terlalu banyak, daun akan menguning dan kering, sebaliknya bila
cahaya kurang daun nampak lemas dan pucat, serta daun dan tangkainya cenderung
memanjang.
Kebutuhan
Suhu
Suhu lingkungan yang optimal berkisar antara 18º-31º C. penampilan
daun akan lebih mengkilap bilaman a perbedaan suhu siang dan malam tidak terlalu
mencolok. Kondisi ini akan membantu membentuknya klorofil sehingga warna daun
menjadi lebih hijau dan mengkilap. Untuk hal itu maka bilamana suhu siang terlalu
tinggi, pada lingkungan pertanaman perlu ditambah kipas angin untuk menurunkan
suhu.
Kebutuhan Kelembaban
Kelembaban udara yang cocok untuk pertumbuhan si raja daun ini berkisar antara
60%-80%. Bilamana kelembaban udara terlalu kering maka perlu penyemprotan air
di sekitar tanaman. Sebaliknya bila terlalu lembab perlu dipasang kipas angin.
Sirkulasi Udara
Angin semilir akan memberikan kondisi yang baik bagi tanaman, karena dengan
adanya angin yang bertiup perlahan akan membuat hawa yang sejuk. Oleh karena
itu peranan kipas angin yang dipasang di lingkungan pertanaman akan berperan
ganda, yakni menyejukan udara, menjaga kelembaban udara dan menjaga suhu udara.
MORFOLOGI TANAMAN
Anthurium termasuk keluarga Araceae yang mempunyai perakaran yang banyak, batang
dan daun yang kokoh, serta bunga berbentuk ekor.
 |
AKAR
Anthurium yang sehat mempunyai jumlah akar yang banyak, berwarna putih
dan menyebar ke segala arah. Oleh sebab itu membutuhkan media yang porous. |
 |
BATANG
Batang Anthurium tidak nampak karena terbenam di dalam media. Setelah tanaman
dewasa batang ini akan membesar menjadi bonggol. |
 |
DAUN
Daun Anthurium pada umumnya tebal dan kaku, bentuknya bervariasi seperti
berbentuk jantung, lonjong, lancip, dan memanjang. Untuk Anthurium daun,
kekompakan bentuk daun meningkatkan nilai estetikanya. |
 |
BUNGA
Anthurium mempunyai bunga berumah satu artinya dalam satu bunga terkandung
sel kelamin betina dan sel kelamin jantan. Bunga terdiri dari tangkai, mahkota,
dan tongkol. Semua bagian bunga tersebut menjadi satu kesatuan dan berbentuk
seperti ekor, sehingga Anthurium dikenal dengan si bunga ekor. Putik dan
tepung sari menempel pada tongkol. Masaknya putik dan tepung sari tidak
bersamaan (dichogamaous). Pada umumnya putik masak lebih awal dibanding
tepung sari. |
 |
BUAH DAN BIJI
Buah berbentuk bulat dan menempel pada tongkol, buah muda berwarna hijau
setelah masak berwarna merah. Biji yang telah masak akan terlepas dari tongkolnya,
biji inilah yang baik untuk disemai. Bibit yang dihasilkan dari biji, umumnya
mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. |
PEMELIHARAAN & PERAWATAN
Untuk mendapatkan tanaman yang prima maka kita harus memelihara dan merawatnya
sebaik mungkin. Pemeliharaan dan perawatan yang harus dilakukan meliputi penyiraman,
pemupukan da membersihkan daun dari debu dan kotoran yang menempel serta memotong
daun yang menguning. Di smping itu kegiatan pemeliharaan yang tidak terlupakan
adalah repotting.

Repotting merupakan kegiatan penggantian pot dan sekaligus media karena ukuran
tanaman dan potnya sudah tidak sesuai lagi. Langkah-langkah repotting seperti
langkah-langkah yang dilakukan pada penanaman. Namun yang perlu diperhatikan
dalam repotting ini adalah memotong dan membersihkan akar-akar yang busuk dan
mengatur perakaran pada media dan pot yang baru. Pengaturan perakaran ini dimaksudkan
agar semua bagian akar dapat kontak langsung dengan media. Jangan sampai akar
tidak menempel pada media (ada rongga antara media dan akar) karena hal ini
akan menyebabkan membusuknya akar dan akibatnya tanaman akan menjadi tidak sehat.
Pengairan dilakukan dengan alat semprot dan dikenakan keseluruh bagian tanaman
dilakukan 2-3 hari sekali dengan melihat kondisi media. Media dijaga agar tidak
terlalu lembab dan tidak terlalu kering.
Pupuk yang diberikan sebaiknya pupuk majemuk (N, P dan K) yang penyediaannya
lambat (slow riliaze) diberikan 2-3 bulan sekali dengan dosis sesuai anjuran
dan besarnya tanaman. Di samping itu juga perlu ditambahkan pupuk daun yang
diberikan setipa 1-2 minggu sekali. Untuk menjaga penampilan agar daun tampil
bersih dan mengkilap maka daun yang ada perlu dibersihkan dengan lap yang lembut
yang telah dibasahi dengan air. Daun-daun yang telah tua dan menguning perlu
dipotong.