Media tanam merupakan untuk tumbuhya tanaman, untuk itu maka media tanaman harus
sesuai dengan kebutuhan tanaman. Sesuai dengan kebutuhannya, secara umum media
tanam tanaman hias dapat dibedakan menjadi beberapa kreteria yakni: tanaman
yang suka kering (xerofit), tanaman yang suka agak lembab (mesofit) dan tanaman
yang suka lembab (hidrofit). Anthurium termasuk tanaman yang suka media agak
lembab. Untuk itu media tanamannya harus diambil dari bahan-bahan yang mamapu
menahan air dengan baik tetapi tidak terlalu jenuh air.
Pakis Sebagai Media Dasar
Dalam menetapkan media tanam dalam suatu tanaman, khususnya tanaman hias maka
sebqagai dasar pertimbangan utama adalah habitat aslinya saat tanaman tersebut
masih tumbuh di alam. Habitat asli di hutan untuk tanaman Anthurium adalah bonggol
kayu sisa tebangan atau kayu roboh yang sudah membusuk. Untuk itu maka media
dasar yang untuk pembudidayaan tanaman Anthurium ini adalah pakis.
Pakis merupakan pohon jenis palm, pohon pakis mempunyai batang yang berserat
kasar. Batang pakis yang telah ditebang dan diproses maka akan dihasilkan potongan-potongan
serat yang sangat cocok untuk pertumbuhan Anthurium.
Sifat media pakis ini adalah ringan, sangat porous dan mampu menahan air dengan
baik. Bila disiram air, kondisi media pakis akan mampu mempertahankan kelembaban
tetapi tidak jenuh air. Disamping itu, porousitas yang baik akan mampu memberikan
susunan udara (aerasi) yang baik. Aerasi sangat dipengaruhi oleh susunan pori
makro pada media. Media pakis, karena tersusun dari serat-serat kayu yang kasar
maka susunan pori makronya sangat baik.
Anthurium merupakan jenis tanaman yang mempunyai perakaran yang banyak. Bila
diukur pertumbuhan akar akan jauh lebih tinggi disbanding pertumbuhan bagian
tanamn di atas tanah (daun, bunga, dan buah). Sehingga keremahan media menjadi
penting diperhatikan. Keremahan media merupakan suatu kodisi yang menetukan
mudah tidaknya akar menembus media tanam. Media yang remah artinya media memberikan
kondisi yang mudah untuk akar menembusnya. Media pakis merupakan media yang
sangat remah karena bentuknya yang halus dan sangat lunak sehingga akar tanaman
Anthurium mudah untuk menembusnya.
Media yang baik akan memberikan suasana yang baik pula untuk pertumbuhan dan
kesehatan akar. Akar Anthurium yang sehat bercirikan dengan akar yang berwarna
putih. Akar yang tidak sehat akan berwarna cokelat kehitaman. Bila media tidak
porous maka kebanyakan kar akan membusuk. Sebagai akibatnya tanaman tidak akan
tumbuh dengan baik.
TIPS
Susunan air (drainase) dan susunan udara (aerase) pada media merupakan hal yang
sangat penting diperhatikan. Lebih-lebih untuk tanaman hias yang suka media
kering dan suka media agak lembab. Kunci kesehatan tanaman dan pertumbuhan tanaman
yang baik sebenarnya terletak pada media. Apabila kita sudah mendapatkan media
yang cocok bagi suatu jenis tanaman maka perawatan dan pemeliharaan selanjutnya
akan menjadi lebih mudah. Media yang kurang baik akan mengakibatkan pertumbuhan
tanaman terhambat dan menjadikan tanamn kurang sehat.
Perlukah Campuran?
Anthurium merupakan jenis tanaman yang tiadak rakus pada unsure hara. Di habitat
aslinya mereka sudah mampu tumbuh dengan baik hanya di bonggol kayu bekas tebangan
yang sudah membusuk dan dengan siraman air hujan. Seperti telah kita ketahui
bahwa air hujan sudah cukup mengandung unsur nitrogen. Oleh sebab itu campuran
pupuk kandang atau bahan organik lain yang ditambahkan ke dalam media pakis
cukup sedikit saja. Kira-kira 10% dari volume media pakis sudah cukup.
Pupuk yang sering dipakai sebagai bahan campuran media pakis adalah pupuk kandang
dan organik. Pupuk kandang yang dapat digunakan adalah pupuk kandang sapi, pupuk
kandang kerbau, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang ayam. Dari hasil pengamatan
secara praktek diperoleh gambaran bahwa pupuk yang lebih baik adalah pupuk kandang
sapi dibanding pupuk kandang yang lain.
Sedangkan pupuk organik yang cocok digunakan sebagai campuran antara lain pupuk
organik dari dedaunan kaliandra, pupuk organik dari seresah daun bambu dan cocopit.
Penggunaan pupuk kandang dan pupuk organik harus benar-benar dari pupuk yang
sudah masak dan bentuknya sangat lembut, sehingga perlu dilakukan penyaringan
terlebih dahulu sebelum dipakai sebagai campuran media.
Ketersediaan pakis sebagai bahan media dasar untuk budidaya Anthurium semakin
hari semakin berkurang. Hal ini karena semakin berkembangnya peminat dan penggemar
Anthuirium. Untuk itu perlu dikaji bahan-bahan lain yang dapat dimanfaatkan
sebagai pengganti media pakis. Untuk hal itu bisnis media tanam Anthurium masih
terbuka luas dan bisnis media ini jiga cukup menjanjikan. Pada umumnya para
penggemar tanaman, bahkan ditingkat nursery pun tidak mampu dan mau meramu sendiri
media tanam ini.
Beberapa Campuran Media untuk Athurium
Bahan
Presentase Penggunaan Campuran Media %
Alternatif 1
Alternatif 2
Alternatif 3
Alternatif 4
Pakis
90
90
90
90
Pupuk Kandang
5
0
5
5
Kompos Kaliandra
5
10
0
0
Kompos daun bambu
0
0
5
0
Cocopit
0
0
0
5
Penanaman
Bahan tanam dapat berupa bibit dari bagian vegetatifnya(seperti tunas, anakan,
bonggol dan potongan tanaman induk) atau bibit hasil persemaian dari biji. Berikut
langkah-langkah penanaman.
a. siapkan pot dengan ukuran yang sesuai
dengan besarnya bahan tanaman
b. siapkan media tanam. Rendam media pada larutan fungisida
(dengan konsentrasi sesuai anjuran) kurang lebih 5-10 menit, kemudian angkat
dan tiriskan media.
c. isi pot dengan media setengah sampai dua per tiga
bagian
d. tanam bahan tanaman, usahakan akar tanaman tidak
rusak
e. bumbun tanaman sampai memenuhi pot.
f. pastikan akar tanaman sudah tertanam dengan baik,
kemudian siram media sampai basah semua
Warning: mysql_num_rows(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/flora/public_html/mod/poll/poll_functions.php on line 49